~
Part 1
- Epilog
Musim Semi (Haru) Telah tiba… Tak sabar aku datang kembali ke sekolah dengan seragam… … lalu.... Melihat legenda 7 tempat yang sangat terkenal dan Ajaib di pulau kecil ini…“7 miracle place” yang dapat mengabulkan sebuah permohonan cinta….
Tempat pertama adalah… Taman Sakura… taman di tengah desa yang bersih dan menyenangkan… setiap pagi sampai sore masih banyak sekali anak anak pulau ini yang bermaiin disini…,
Tempat kedua adalah… Sebuah Lapangan Kosong, biasanya dipakai anak-anak untuk bermain bola dan sebagainya, atau dipakai untuk acara festival.
Tempat ketiga adalah satu kuil paling tua di pulau ini… letaknya tidak jauh dari pantai…
Tempat keempat adalah… semua atap Sakura Gakuen… letaknya tak jauh dari taman sakura.. dimana yayasannya mendirikan Taman Kanak-Kanak hingga sekolah menengah atas , dan aku salah satu murid sekolah menengah pertama bersama kakaku.
Tempat kelima adalah… Di depan air terjun yang ada di pulauku ini… konon seorang dewi bersemayam di dalam air terjun itu… sang dewi akan mengabulkan permohonan sepasang kekasih yang datang kesana…
Tempat keenam adalah, taman bermain sakurako… taman bermain yang sederhana namun menyenangkan … disini hanya ada 5 wahana bermain, yang dating ke sini pun sebetulnya jarang-jarang, biasanya hanya anak-anak pulau ini.
Dan tempat terakhir adalah, Pantai, konon jika sepasang kekasih yang sudah menunggu-nunggu sunset, lalu berciuman saat sunset tiba dengan hati yang tulus…,
“mereka akan selalu bersama dengan bahagia”
- Story
Aku tinggal di sebuah pulau kecil pulau yang asri dan masih terjaga keasliannya, bahkan 1 gedung besar pun tak ada disini… hmmh apalagi yang namanya “Mall” disini hanya ada pasar traditional dan minimarket sederhana .
“Sakura Island” panggilan orang-orang untuk pulau kecil ini, yang dimana seorang anak perempuan tumbuh menjadi seorang Gadis lalu jatuh cinta, dan menjadi wanita dewasa lalu menikah…
************************************************************************************************************************************************************************************************************************************************************************************************************************
Hembusan ombak di sore hari…
Nyanyian ombak itu terus terdengar sedih…
…..
“hmmh sampai kapan aku akan menunggunya ya?”
…..
“ngg… benarkah dia akan datang… ?”
…..
“Dia pasti datang kan ?”
…..
Terdengar nyanyian ombak yang semakin terasa sakit di dada…
Tiba-tiba Nyanyian ombak begitu terdengar bergerumuh
“Haru!”
“……”
“Aishiteru…!!!”
“!!!”
“Haru!! Haru!!”
“DAME!!! *JANGAN!*”
“ ***-**** Jangan Kesana!!!”
“HARU!!”
************************************************************************************************************************************************************************************************************************************************************************************************************************
Kubuka mataku,
“ngg??”
Aku seperti membayangkan sesuatu yang samar-samar untuk diingat kembali..
Mimpi apa kah aku?
Siapa laki laki yang memanggil namaku?
Ku coba untuk memejamkan mataku lagi,
“O~hayo~!”
nyaringnya suara seseorang itu terdengar sampai ruang kamar ku , dan aku masih di dalam pelukan selimut yang hangat pagi ini, padahal aku harus bergegas pergi ke sekolah,
karena ini hari pertama ku masuk SMP .
Tiba tiba saja suara keras dan nyaring itu terus bergema di telingaku dan semakin mendekat, tak lama suara gebrakan pintu kamarku pun terbuka dengan kerasnya,
BRRRRAAAAAAAAAKKKKK!!!
“Ha~~!!Ru~~Chan~~!!”
“WHAAA!!!”
Yak! Ternyata benar suara nyaring itu adalah alaram HIDUP bagiku,
dia adalah kakaku, Goto Mitsuki (15) yang selalu bersemangat setiap harinya…
“Cepat bangun! Dan cepat mandi! Kita kan berangkat ke sekolah bersama sama!!”
Aku sedikit heran, kenapa kakak lebih semangat dari biasanya… (?)
“ Ha’I, sakura akan bangun kak… kakak cepat keluar dulu dari kamarku!!”
Aku dorong keluar kakak dari kamar ku “ingat loh kakak gak mau nunggu lama-lama ya sakura!!”
Oh Noo!!! segitu bersinanya kakak hari ini sampai-sampai aku ingin cepat dia keluar dari kamar ku “Iya! Iya! Makanya aku mau mandi kak, Pergilah dari kamarku!!”
“Baiklah, Sarapanmu sudah disiapkan ibu di…………”
Aku tutup pintu secepatnya, tanpa mendengarkan kakak yang terlalu bersemangat hari ini,
“Gomen , Onee Chan!!”
Fuu… aku menghembuskan nafas panjang, dan bebaring kembali diatas surga… ah… maksudku.. kasur.
Sekitar 30 menit berlalu ,
Di ruang makan tampak ada kakak , ayah dan Ibuku , Goto Hiromi dan Michisige Sayumi.
Sambil menikmati sarapan pagi, kakak bercerita tentang “7 tempat ajaib yang dapat mengabulkan permohonan” kepada ibu dan ayah.
“Ne, Oto-san! Bolehkah aku pergi ke pantai bersama Nakajima-kun ??” kakak menaruh harapan penuh.
“Untuk apa?” Tanya Ayah.
Ibu menatap kaka tiba tiba, “A! wakatta! Kamu akan mengikuti legenda tentang Seven miracle place itu?? “ kakak berseri seri mendengar perkataan ibu.
“A! Ha’I , itu yang ingin ku katakan…” Ayah memotong pembicaraan dengan wajah yang kaget dan melotot ,
“dengan kekasih? Untuk apa?!” Ibu tertawa lalu berdiri dan memeluk ayah dari belakang,
“sudahlah sayang, lihatlah betapa cantik nya putri pertama kita, sudah sepantas nya ia memiliki seorang kekasih…, bukankah kita dulu pertama kali mengikuti rumor itu saat dibangku SMP ya?” Ayah Yang tadinya melotot tiba tiba bermuka merah padam dan mengambil secangkir kopi dan meminumnya pelan pelan, Aku Hampiri mereka.
“O~Hayo!” aku duduk di bangku sebelah ayah, lalu senyum kepadanya “Ohayo Haru..” jawab ayah dengan senyum yang berbeda.
Aku ambil makan pagiku, dan mulai makan, sambil memandangi keluargaku ini.
Ayah, Goto Hiromi (38) kalau dilihat ayah yang satu ini masih terlihat muda , ayahku jago main biola loh…
Lalu ibu, Michisige Sayumi (35) Ibu ku juga terlihat muda dan cantik .. bahkan beberapa kali banyak turis atau pengunjung dari luar pulau ini yang mengira ibu adalah murid SMA…
Terakhir kakak, Goto Mitsuki (15) murid kelas 3 SMP, humh sudah dewasa ya? Dialah Alaram HIDUP ku yang selalu Siap membangunkan aku tiap pagi.
Dan, Aku… Goto Haru (13) murid kelas 1 SMP, tak ada yang spesial dari diri ku ini, aku hanya senang dengan kehidupan ku di pulau ini yang damai…
Aku senang mendengarkan musik klasik di depan laut pulau ini dengan awan yang kemerahan saat matahari terbenam… dengan sedikit gesekan biola dari ayah…
“TING TONG”
Suara Bel berbunyi, tiba tiba saja kakak berdiri dari posisi duduk nya yang manis dan mengambil tasnya “AH!!”
“Haru-chan ayo! Bu, Yah, kita berangkat ya!”
Aku kaget karena aku masih mengunyah makanan, “apa!?” akupun langsung menyusul kakak walau pun masih ada makanan yang ku kunyah di mulutku.
“Hati hati ya!!” teriak ibu.
Kakak berdiri di depan pagar yang belum dibuka sambil tersenyum lembut,
Senyumannya itu memang sihir bagi cowok-cowok…
Dan ternyata Tepat di depan rumah, sudah ada …
Teman se angkatan kakak … Atau !!! kalau ingin lebih Detail lagi dia pacar kakak, Nakajima-senpai ~Nakajima Yuto (15)~ .
“ternyata ini nih yang membawa kakak mengajakku berangkat bareng! Dia mau pamerin Pacar nya yang Sang IDOLA sekolah -__-“!? “geram ku dalam hati.
“Ah, ohayou haru-chan, hari ini kamu manis sekali..”
A..Apaaa!!! aku tarik kembali ucapanku tadi, di… dia… baik sekali… aku terharu… hiks,,, baru kali ini ada cowok yang seperti itu padaku…
Ok, Fine! kalau begini aku juga bisa populer juga HaHaHa
“A.. Arigato” Tanggap ku
Kakak sedikit Tersenyum Geli karena dia sedikit menjaga sikap di depan kekasihnya itu,
“Baiklah, Yuto-kun ayo kita berangkat sebelum kita telat!”
Akhirnya kami bertiga pergi ke sekolah bersama,
******************
Upacara penerimaan Murid Baru pun dilaksanakan,
Aku pun resmi menjadi murid SMP sakura Gakuen . kakak dan Nakajima-senpai melambaikan tangannya di barisan siswa-siswi kelas 3, aku balas dengan senyuman .
Suatu Kenangan semasa sekolah yang paling Berkesan akan dimulai dari sekarang…
Aku harap… Semua kenangan yang akan kulukis selama disini akan selalu indah, sedikit tangis , penuh cinta, dan keringat perjuangan!
Dan akupun mendapatkan kelas Baru-ku…
***** KELAS 1-B*******
Ini Kelas Baru-ku , Tentu Saja Teman Baru!
Tapi tak lupa dengan Teman lama, ternyata…
Aku sekelas dengan teman saat aku SD, Namanya Chinen Yuuri (13) ukuran dan wajah nya sih memang kaya cewek … “hehehe”… tapi jangan salah, jika dia sudah ngamuk sisi “macho” nya keluar deh! Spesialnya lagi… Dia termasuk anak yang cerdas sekali! Excellent!
Aku hampiri dia yang duduk di bangku belakang,
“CHII!!!” awalnya dia bengong tanpa ekspresi namun saat dia lihat kembali wajahku,
“Haru!~” jawabnya
“Syukurlah kita sekelas lagi!” kami heboh berdua, sampai dilihat seluruh anak kelas, tapi karena kami berdua belum pede, akhirnya kami menunda PDKT dengan anak-anak kelas kami yang baru ini,
Tak lama, Seorang Guru Pria yang terkesan imut dan, bertubuh mungil pula datang dengan penampilan yang rapi.
“ masuk semuanya!”,
sambil membenarkan dasi dan kacamatanya ia terawang seluruh kelas ,
“Selamat Pagi anak-anak, Selamat datang di SMP Sakura gakuen ini , Nama saya Koike Teppei umur sya 37 tahun…saya akan menjadi wali kelas kalian, yoroshiku!”
Tiba tiba seorang murid lelaki meledeknya,
“Bisakah kami memanggilmu Koi-nyan” tiba tiba saja sensei melepas kacamatanya dan terlihat menangis terharu,
“ah tidak!! Yamaguchi-sensei… (TTwTT) sepertinya aku akan bernasib sama denganmu” *kalau kalian udah nonton film GOKUSEN 2 kalian pasti ngerti*
Kami semua pun tiba tiba tertwa melihat tingkah wali kelas kami yang ternyata sangat Lucu,
Perkenalan sesama teman sekelas sudah, Walaupun aku masih belum menghafal satu per satu dengan baik… Struktur kelas pun sudah dibentuk, dan aku dipercayai menjadi Sekertaris lalu mengaturTempat duduk pun sudah,
Tempat dudukku ada di Pojok kiri atas, paling depan dan paling dekat dengan jendela,
sebelah ku ada Chii dan di belakang ada teman baru yang bernama Fukuda Nami (13)
Semuanya mulai mengenalkan diri satu sama lain, aku bingung karena aku terlalu canggung… aku pun pergi sendiri keluar mencari angin segar sekitar sekolah ku yang baru, Sendirian…
****
aku lihat di buku perkenalan lingkungan sekolah,
ternyata sekolah ini besebrangan dengan SMA sakura gakuen, karena penasaran aku coba ke dekat perbatasan antara SMP dan SMA…
Sunyi,
Tak ada seorang pun disitu, Apa ini tempat terlarang?
Tapi itu tak ditulis di buku ini… hemh… anginnya terasa sejuk,
aku pun menerwang ke langit yang terbentang di sebuah lapangan yang ada di depan mata,
“Nyaman sekali…” kuhirup udara segar perlahan-lahan.
Hening.
***
“Gyaa~!!!”
Tiba tiba terdengar suara teriakan dari ujung bangunan di SMA sakura gakuen,
karena penasaran, aku datang mendekat ke sumber suara itu.
Kalau dilihat ini seperti Gudang peralatan Olahraga, aku coba masuki ruangan yang pintunya ditutup itu,
Aku geser pelahan pintunya,
Lalu kututup kembali.
“Tidak lepaskan aku!lepaskan aku!Kyaa!” tampak seorang gadis SMP yang di Dikelilingi 4 orang anak lelaki dari SMA,
ternyata itu Fukuda Nami!!,
mereka akan berbuat sesuatu yang senonoh pada fukuda! aku cari sesuatu yang keras, Untuk menyelamatkan fukuda!! Aku cari sesuatu tanpa mereka sadari,
aku dapatkan 1 tongkat dari kayu yang panjang ,
Aku Pukulkan tongkat itu keseorang yang sepertinya adalah pentolan dari ke-4 anak-anak lelaki itu
“Jangan ganggu dia!!”
BUUUUUUKK!!!
Hening,
Suasana benar benar tiba-tiba saja total hening,
Tapi sepertinya pukulan tongkat itu pun tidak terlalu keras, anak lelaki itupun melemparkan tongkat nya dengan mudah . padahal, bagiku tongkat itu berat sekali!
“hey, kau temannya? Atau… kamu mau diapa-apa kan juga?”
A… apa yang dikatakannya?
TIDAK! Aku TAKUT sekali… bagaimana ini…
fukuda malah ditahan oleh 3 orang yang tersisa,
dan aku malah terpojok oleh pemimpin mereka, bagaimana ini?
“humh, lumayan juga kamu..” ia sentuh rambutku,
lalu ia menyentuh tangan ku juga… dan mendorong ku ke belakang, TIDAK, AKU TAKUT!!!
“!!!”
“Yumaa-Kun bisa kah anak itu jadi bagianku?” Tanya seorang yang menyekap fukuda.
Ternyata namanya Yuma, ia tersenyum licik dan melepaskan ku “ Silahkan, kalau begitu berikan dia padaku seorang!”
Fukuda diberikan kepada Yuma-Senpai yang jahat!
Tidak!! Mereka Tak PANTAS dipanggil senpai oleh junior nya!
Tapi aku pun berada di posisi yang terpuruk !
Aku sekarang disekap oleh 3 orang lainya, Bagaimana ini?
Apa kakak atau nakajima-senpai mengetahui keberadaan ku?
Ah tidak… air mataku keluar…. Bagaimana ini,,, aku takut sekali…
Bagaimana dengan fukuda yang disekap oleh Yuma?
“TIDAK! Goto-san!!! Tolong aku!!”
fukuda memanggil nama ku? Ia mengenaliku!
Aku harus menolongnya, dan aku harus bias membebaskan diriku juga
Fukuda berontak,
“Lepaskan aku Senpai ! Kumohon!” teriakan yang ditahan it uterus terdengar dibalik matras yang disimpan berdiri,
Posisi kami berdua terdesak, sungguh perbuatan yang biadab, aku tidak tahu apakah kami akan selamat? ( ,> .
“Hai, Fuma jangan kamu menikmati yang satu ini sendirian ya!?”
Apa maksud mereka?!
Mereka mau apakan aku! TIDAK ! KUMOHON seseorang,
datanglah… tolong selamatkan kami,
“Misa, Kento… maaf saja
tapi yang seperti ini hanya aku yang akan melelehkannya,”
“KYAA!!!”
fukuda berteriak keras sekali!?
Airmataku mulai mengalir tak terkontrol
Tidak! Tidak! Ini sama sekali bukan pengalaman manis selama di sekolah! Aku tak mau punya kenangan yang buruk seperti ini! KUMOHON seseorang datanglah!!!
Air mataku terus keluar
“Hey fuma, dia menangis banyak sekali?”
“Kento lebih baik kita lihat keadaan Yuma… serahkan Mangsa-Nya Fuma pada fuma …”
Kedua orang itu pergi …
Kini tinggal aku dan orang ini…
A… Aku takut…
Ia memeluk ku dari belakang,
“Kali ini kau akan meleleh… Tenang sedikit..”
Kakak… Nakajima-senpai…. Sensei!.. Ayah… Ibu…
Siapa pun tolong selamatkan aku dari perbuatan senpai yang belum ku kenal ini…
“KYAAAA!!!!”
…………………………………………
BRAKKKK!!!!
“Hentikan!!”
Pintu Gudang ini dibuka! Dibuka oleh siapa?
Suara siapa itu?
Lelaki Bertubuh tinggi, apa dia datang menolong kami?
Syukurlah! Seorang datang menolong kami! ,
Ke 3 orang yang tadinya menyekapku lari ketakutan,
tetapi seorang lagi yang benama “Fuma” meninggalkan Dompetnya yang terjatuh,
aku pungut benda itu untuk mencari suatu bukti dan memasukannya ke dalam kantong.
Lalu lelaki itu masuk menolong fukuda yang masih di sekap Yuma-senpai,
“Ah, sudah kuduga… Pasti kau akan datang menolong nya kan? Kau selalu saja mengangguku…”
Yuma tampak ketakutan tetapi masih menjaga image nya yang “Garang” ia pun pergi tanpa mendengarkan apa yang akan dikatakan seseorang yang menyelamatkan kami itu.
“Daijoubu desuka? Apakah kau terluka? Apa dia telah melakukan sesuatu padamu?”
Ia mengulurkan tangannya pada Fukuda “Arigato senpai… I’e senpai datang tepat waktu kok,”
Ia tolong fukuda dan membawanya mendekat padaku,
ia pun ulurkan tanganya padaku juga,
“Daijoubu?”
Ia tersenyum,
Senyumannya seperti kakak…
Sebenarnya dia siapa ya?
Entah…
Rasanya hangat sekali hati ini melihat senyumannya yang lembut itu,
Hangat dan lembutnya Mirip Saat aku mendengarkan Alunan Biola ayah…
Aku raih tangannya, “Ha’I, Arigato senpai…”
Suatu kenangan Buruk yang dapat dihapus oleh seorang HERO yang diharapkan,
Ia tinggi, baik , dan… mempunyai Aura yang sangat positive..
“Kalau begitu… kalian murid SMP ya? Lain kali… kalian harus hati-hati
Namaku … Kouta Yabu… Yoroshiku, ”
Sekali lagi ia tersenyum….
Sungguh Hangat dan lembut… Membuatku berdebar debar…
“Siapa Nama Kalian?”
_To Be Continued_
